Kusala Sastra Khatulistiwa 2019


 

Penghargaan sastra Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) memasuki edisi yang ke-19 tahun ini. Bertempat di Atrium Plaza Senayan, Jakarta pada 16 Oktober 2019, malam puncak penganugerahan KSK diselenggarakan untuk mengumumkan pemenang 2 (dua) kategori penghargaan yaitu kategori prosa dan kategori puisi.


Terdapat 5 (lima) finalis di kategori puisi yaitu 'Karena Cinta Kuat Seperti Maut' karya Adimas Immanuel, 'Hari Minggu Ramai Sekali' karya Eko Saputra Poceratu, 'Struktur Cinta yang Pudar' karya Ibe S Palogai, 'Anjing Gunung' karya Irma Agryanti), dan 'Catatan-catatan dari Bulan' karya Rieke Saraswati. Sedangkan finalis kategori prosa yakni 'Bugiali' karya Arianto Adipurwanto, 'Cara Berbahagia Tanpa Kepala' karya Henny Triskaidekaman, 'Teh dan Pengkhianat' ciptaan Iksaka Banu, 'Tango & Sadimin' karya Ramayda Akmal, dan 'Seekor Capung Merah' karya Rilda A Oe Taneko.


Malam Anugerah KSK 2019 dibuka dengan sambutan dari Bapak Richard Oh, selaku perintis KSK (sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award - KLA) bersama Mr. Takeshi Ichiki, yang waktu itu merupakan Presiden Director Plaza Senayan. Dalam pidatonya beliau mengapresiasi beberapa karya sastra yang mulai mendapatkan perhatian dunia sastra Internasional. Banyak buku karya anak bangsa yang diterjemahkan dalam beragam bahasa.
Puncak acara, Dewan Juri KSK 2019 memilih ‘Teh dan Pengkhianat’ karya Iksaka Banu menjadi pemenang untuk kategori prosa dan ‘Anjing Gunung’ karya Irma Agryanti pemenang untuk kategori puisi. Adapun, Iksaka Banu sebelumnya sudah memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa 2014 untuk kategori prosa untuk karyanya “Semua untuk Hindia.”

 


Diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2001, KSK merupakan ajang penghargaan terhadap karya sastra terbaik Indonesia untuk mendukung kemajuan dunia sastra Indonesia, meningkatkan citra sastra Indonesia, dan menjadi bagian dari upaya peningkatan budaya baca di Indonesia. Secara khusus, KSK juga bertujuan menggugah para penulis, sastrawan, dan penerbit untuk terus menghasilkan karya-karya baru yang bermutu. Karya-karya sastra yang dipilih adalah yang terbit pada rentang waktu satu tahun.